Ramadhan bulan jihad nafsu

ramadhan kareem

NAFSU, walaupun selalu mendapat cacian, namun selalu pula diikut.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang memiliki keistimewaan dan kemuliaan yang sangat banyak. Bulan diturunkan al-Quran yang menjadi petunjuk ummat manusia. Dalamnya terdapat satu malam iaitu Lailatul Qadar, beribadah pada malamnya lebih baik dari seribu bulan.

Jihad merupakan puncak tarbiyah dan amaliyah Islam dan para pelakunya akan menepati tingkatan yang paling tinggi di Syurga, sebagaimana mereka juga mendapatkan darjat yang mulia di dunia.

Jihad secara lahiriah semua sudah tahu iaitu membangun ekonomi Islam, membangun sistem hidup Islam, membangun pendidikan Islam, membangun kebudayaan Islam, membangun kesihatan Islam, berperang jika terpaksa dan lain-lain. Walau bagaimanapun Rasulullah S.A.W sangat menekankan tentang adanya jihad yang batin, maknawi atau jihad melawan hawa nafsu. Ketika balik dari satu peperangan yang dahsyat melawan kaum musyrikin, Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud :

Kita baru kembali dari satu peperangan yang kecil untuk memasuki peperangan yang lebih besar. Sahabat terkejut dan bertanya, “Peperangan apakah itu wahai Rasulullah?” Baginda berkata, “Peperangan melawan hawa nafsu.” [Riwayat al-Baihaqi]

Rasulullah mengajak kita untuk meninggalkan suatu peperangan, suatu perjuangan atau suatu jihad yang kecil untuk dilatih melakukan satu perjuangan atau jihad yang besar iaitu jihad melawan nafsu. Orang yang berperang melawan nafsu ini nampak seperti duduk-duduk saja, tidaklah sesibuk orang lain, tetapi sebenarnya sedang membuat kerja yang besar iaitu berjihad melawan nafsu.

Melawan hawa nafsu atau mujahadatun nafsi sangat susah. Mungkin kalau nafsu itu ada di luar jasad kita dan bisa kita pegang, mudahlah kita menekan dan membunuhnya sampai mati, tetapi nafsu kita itu ada di dalam diri kita, mengalir bersama aliran darah dan menguasai seluruh tubuh kita. Kerana itu tanpa kesedaran dan kemahuan yang sungguh-sungguh kita pasti dikalahkan untuk diperalat sekehendaknya.

Nafsu jahat dapat dikenal melalui sifat keji dan kotor yang ada pada manusia. Dalam ilmu tasawuf, nafsu jahat dan liar itu dikatakan sifat mazmumah. Di antara sifat-sifat mazmumah itu ialah sum’ah, riya’, ujub, cinta dunia, gila pangkat, gila harta, banyak bicara, banyak makan, hasad, dengki, ego, dendam, buruk sangka, mementingkan diri sendiri, pemarah, tamak, serakah, bakhil, sombong dan lain-lain. Sifat-sifat itu melekat pada hati seperti daki melekat pada badan. Kalau kita malas menggosok sifat itu akan semakin kuat dan menebal pada hati kita. Sebaliknya kalau kita rajin meneliti dan kuat menggosoknya maka hati akan bersih dan jiwa akan suci.

editor: Zulhafidz (krew iluvislam)
sumber: http://www.iluvislam.com/design/wallpaper/3231-design-ramadhan-bulan-jihad-nafsu.html

Comments
8 Responses to “Ramadhan bulan jihad nafsu”
  1. shida says:

    izzy selamat berpuasa..bagaimana rasanya berbuka dikejauhan? hope semuanya bjalan sperti biasa hehe..

  2. abglan says:

    Terima kasih ngan info ini…🙂

  3. ZouL says:

    Infi yang bagus ni..hehe..thanks ye…semoga ramadhan kali ini lebih bermakna dari ramadhan2 sebelumnya..

  4. hadijah says:

    Ya Allah..kena update utk servis hati sentiasa..syukran..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: